Pengobatan Bekam Terpercaya Di Purwakarta

Pengobatan Bekam Terpercaya Di Purwakarta

Pengobatan Bekam Terpercaya Di Purwakarta – Pengobatan bekam, atau bekam dalam bahasa Indonesia, memiliki sejarah yang kaya yang berakar pada praktik penyembuhan tradisional[1].

Asal usul bekam dapat ditelusuri kembali ke peradaban kuno, di mana bekam digunakan sebagai metode untuk menghilangkan darah yang stagnan dan mengandung racun dari tubuh.

Di Indonesia, terapi bekam diatur dalam PMK 61 Tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris, yang menekankan pentingnya terapi bekam dalam pengobatan tradisional[3].

Penggunaan bekam secara tradisional melibatkan penempatan cangkir pada kulit untuk menciptakan efek isap, menghilangkan kotoran dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan [4].

Pengertian dan sejarah pengobatan bekam

Pengertian dan sejarah pengobatan bekam

Seiring berjalannya waktu, teknik dan alat yang digunakan dalam pengobatan bekam telah berevolusi untuk meningkatkan efektivitas dan keamanannya [5].

Terapi bekam modern sering kali melibatkan penggunaan cangkir khusus yang dapat menciptakan tekanan terkontrol, memungkinkan pendekatan yang lebih tepat sasaran untuk menghilangkan racun dan meningkatkan sirkulasi.

Evolusi dalam teknik bekam ini telah berkontribusi terhadap penerapannya secara luas baik dalam rangkaian layanan kesehatan tradisional maupun modern, yang menunjukkan relevansinya dalam praktik terapeutik [6].

Dalam pelayanan kesehatan kontemporer, terapi bekam terus digunakan sebagai metode pengobatan non-farmakologis untuk berbagai kondisi kesehatan [7].

Manfaat bekam termasuk meningkatkan aliran darah, mengurangi risiko penyakit tertentu seperti asam urat, dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan [5].

Meskipun ada kemajuan dalam perawatan medis, bekam tetap menjadi terapi komplementer yang populer karena pendekatannya yang holistik dan banyak manfaat kesehatannya [8].

Penting untuk dicatat bahwa meskipun terapi bekam menawarkan keuntungan yang signifikan, terapi ini mungkin tidak cocok untuk semua orang, dan individu yang mempertimbangkan pengobatan ini harus menyadari manfaat dan potensi efek sampingnya [9].

Jenis teknik bekam

Pengobatan Bekam

Bekam Kering, atau bekam kering, adalah jenis terapi bekam di mana cangkir ditempatkan pada area kulit tertentu setelah dibuat ruang hampa sebagian. Teknik ini dipercaya dapat membantu meningkatkan aliran darah ke kulit, mengubah sifat biomekanik kulit, dan meningkatkan toleransi rasa sakit[10]. Dengan meningkatkan sirkulasi darah yang lebih baik, bekam kering dapat membantu mengantarkan nutrisi penting dan oksigen ke sel-sel kulit, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan kulit dan kesejahteraan secara keseluruhan [1]. Selain itu, perubahan sifat biomekanik kulit melalui bekam kering mungkin mempunyai manfaat bagi kesehatan muskuloskeletal dan manajemen nyeri, menjadikannya pilihan pengobatan serbaguna untuk berbagai kondisi.

Bekam Basah, atau bekam basah, melibatkan kombinasi penyedotan dan pendarahan obat yang terkontrol. Dalam terapi bekam basah, setelah cawan didiamkan selama beberapa menit, dibuat sayatan kecil pada kulit untuk mengeluarkan sedikit darah. Penelitian telah menunjukkan bahwa terapi bekam basah dapat membantu mengurangi berbagai jenis nyeri dan dianggap bermanfaat untuk kondisi seperti sindrom terowongan[11]. Teknik ini diyakini memiliki sederet manfaat kesehatan, antara lain meningkatkan kesuburan, mengurangi risiko asam urat, dan memperlancar aliran darah ke kulit[6]. Dengan menggabungkan efek pengisapan dan pendarahan yang terkontrol, terapi bekam basah bertujuan untuk mempercepat penyembuhan dan meringankan gejala yang berhubungan dengan berbagai penyakit.

Bekam Api, atau bekam api, adalah teknik di mana bola kapas yang direndam dalam alkohol dinyalakan dan ditempatkan di dalam gelas kaca untuk menciptakan ruang hampa sebelum dioleskan ke kulit. Bekam api diperkirakan memberikan manfaat serupa dengan bekam kering, seperti meningkatkan aliran darah, mengubah sifat biomekanik kulit, dan mengurangi peradangan. Terapi tradisional ini dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk migrain, nyeri otot, tekanan darah tinggi, dan kelainan darah[5]. Dengan memanfaatkan kekuatan panas dan hisapan, terapi bekam api bertujuan untuk mendetoksifikasi tubuh dengan menghilangkan darah stagnan yang mengandung racun, sehingga meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan [2].

Manfaat terapi bekam

Manfaat terapi bekam

Terapi bekam telah terbukti efektif dalam meredakan rasa sakit dan mengelola berbagai kondisi kesehatan[12]. Bekam digunakan sebagai terapi tradisional untuk mengatasi rasa sakit yang disebabkan oleh berbagai penyakit, termasuk tekanan darah tinggi, asma, alergi, dan rehabilitasi pasca stroke[13]. Dengan menggunakan teknik penyedotan pada kulit, bekam dapat merangsang sistem saraf dan meningkatkan aliran darah ke area yang diobati[14]. Hal ini dapat membantu meredakan ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah, serta mengurangi peradangan, memberikan efek positif pada kesehatan fisik dan kesejahteraan secara keseluruhan[15].

Salah satu manfaat utama dari terapi bekam adalah peningkatan sirkulasi darah di tubuh[16]. Dengan meningkatkan aliran darah dan membersihkan tubuh dari toksin dan limbah, bekam membantu memperbaiki kesehatan secara keseluruhan[6]. Bekam juga diyakini dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, membantu mengurangi risiko masalah kesehatan yang terkait dengan sirkulasi darah yang buruk[2]. Dengan demikian, bekam dapat berperan dalam meningkatkan kesehatan jantung, menjaga kesehatan kulit, dan mendukung fungsi tubuh yang optimal[17].

Selain manfaat fisiknya, terapi bekam juga dikenal dapat memberikan relaksasi dan mengurangi stres[18]. Efek relaksasi dari bekam membantu meredakan ketegangan otot, meningkatkan rasa nyaman, serta mengurangi kecemasan dan stres[19]. Dengan menciptakan lingkungan yang tenang dan tenteram, terapi bekam dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan mental dan emosional seseorang[20]. Melalui kombinasi manfaat fisik dan mentalnya, terapi bekam menjadi pilihan yang populer untuk meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh.

Kondisi yang dapat diatasi dengan terapi bekam

Terapi bekam telah dikenal luas karena efektivitasnya dalam mengatasi kondisi nyeri muskuloskeletal [21]. Gangguan muskuloskeletal, seperti nyeri pinggang, seringkali dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko seperti usia, indeks massa tubuh, dan faktor terkait pekerjaan [22]. Terapi Bekam Basah, suatu bentuk pengobatan bekam, telah menunjukkan dampak yang signifikan terhadap pengurangan nyeri, rentang gerak sendi, dan kekakuan [23]. Terapi ini dapat secara efektif mengatasi berbagai masalah nyeri muskuloskeletal, termasuk nyeri punggung bawah, nyeri otot, nyeri sendi, dan sakit kepala[13]. Dengan meningkatkan aliran darah, meningkatkan toleransi rasa sakit, dan mengurangi peradangan, terapi bekam menawarkan pendekatan holistik untuk mengelola ketidaknyamanan muskuloskeletal dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan [1].

Selain manfaatnya untuk masalah muskuloskeletal, terapi bekam juga menjanjikan dalam mengobati masalah pernafasan [24]. Sesak napas, yang merupakan gejala umum pada berbagai kondisi pernafasan, dapat diatasi melalui terapi bekam [25]. Dengan menargetkan penumpukan cairan atau dahak di paru-paru, bekam dapat meningkatkan fungsi pernafasan dan memberikan bantuan bagi individu yang mengalami kesulitan bernapas [26]. Selain itu, metode bekam tradisional telah digunakan untuk mengatasi gangguan paru-paru seperti batuk, penyumbatan bronkus, dan asma, sehingga menyoroti keserbagunaan terapi bekam dalam meningkatkan kesehatan pernapasan [10].

Terapi bekam tidak terbatas pada kondisi muskuloskeletal dan pernafasan saja namun juga meluas manfaatnya pada gangguan sistem pencernaan. Masalah gastrointestinal, seperti sindrom iritasi usus besar, dapat ditangani melalui terapi bekam, yang menawarkan pendekatan pelengkap terhadap pengobatan konvensional [1]. Dengan meningkatkan gerakan peristaltik, membersihkan penyumbatan usus, dan mendukung kesehatan pencernaan, terapi bekam berperan dalam meningkatkan fungsi pencernaan dan mengatasi berbagai gangguan pencernaan [27]. Efek terapeutik dari bekam tidak hanya mencakup penyakit fisik, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan secara keseluruhan dengan mengurangi kecemasan, depresi, dan meningkatkan tekanan darah. Pendekatan holistik terhadap layanan kesehatan ini menggarisbawahi beragam penerapan terapi bekam dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Efek samping dan risiko yang terkait dengan terapi bekam

Salah satu efek samping umum yang terkait dengan terapi bekam adalah iritasi kulit dan memar[1]. Terapi ini melibatkan penggunaan cangkir khusus yang menghisap kulit, yang dapat menyebabkan munculnya tanda bulat kemerahan menyerupai memar di permukaan kulit. Meskipun tanda-tanda ini umumnya tidak berbahaya dan bersifat sementara, namun dapat menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian orang. Selain itu, jika tekanan dari bekam berlebihan atau dipertahankan dalam waktu lama, hal ini dapat menyebabkan bula traumatis, yang ditandai dengan kulit melepuh akibat tekanan yang diberikan oleh bekam [29]. Penting untuk menghindari bekam pada kulit yang rusak, teriritasi, atau meradang untuk mencegah komplikasi lebih lanjut [30].

Risiko signifikan lainnya yang terkait dengan terapi bekam adalah potensi infeksi[31]. Ketika prosedur bekam tidak dilakukan menggunakan peralatan steril atau di lingkungan yang higienis, risiko infeksi, seperti infeksi kulit, akan meningkat [32]. Meskipun kemungkinan terjadinya infeksi kulit akibat bekam relatif rendah, penting untuk memprioritaskan kebersihan dan praktik sterilisasi yang tepat selama sesi bekam untuk meminimalkan risiko infeksi. Individu yang menjalani terapi bekam harus waspada terhadap standar kebersihan yang dijaga oleh praktisi untuk melindungi terhadap potensi infeksi.

Selain risiko iritasi kulit dan infeksi, terapi bekam juga berpotensi menimbulkan luka bakar [1]. Penggunaan cangkir yang tidak tepat atau penggunaan panas yang berlebihan selama terapi dapat menyebabkan luka bakar pada kulit, menyebabkan ketidaknyamanan dan komplikasi bagi individu yang menjalani perawatan [33]. Penting bagi praktisi dan individu yang mencari terapi bekam untuk berhati-hati dan mematuhi pedoman keselamatan untuk mencegah luka bakar dan efek samping lainnya. Mewaspadai kemungkinan efek samping, seperti luka bakar, memar, kelelahan, ketegangan otot, dan mual, dapat membantu individu membuat keputusan tentang kesesuaian terapi bekam untuk kebutuhan kesehatan mereka [6].

Persiapan dan tata cara terapi bekam

Proses pengobatan bekam biasanya dimulai dengan sesi konsultasi dan penilaian, dimana terapis mengevaluasi kondisi kesehatan individu dan menentukan tindakan yang tepat [18]. Langkah awal ini sangat penting dalam menyesuaikan terapi bekam agar sesuai dengan kebutuhan dan kekhawatiran spesifik pasien. Dalam penelitian yang dilakukan di Rumah Terapi Nur Ta’awun Cipamokolan Bandung, dieksplorasi peran nilai-nilai tasawuf dalam terapi bekam, menyoroti aspek budaya dan spiritual dari pengobatan tradisional ini. Dengan memahami riwayat kesehatan pasien dan gejala saat ini, terapis dapat menyesuaikan sesi bekam untuk mengatasi masalah tertentu secara efektif[8].

Setelah konsultasi, kulit dipersiapkan untuk aplikasi bekam dengan memastikan kebersihan dan standar kebersihan yang tepat tetap terjaga[35]. Di Rumah Sehat Islamic Nurse, area yang akan dibekam dibersihkan dengan cermat sebelum terapi dimulai, dengan menekankan pentingnya sterilitas dan kebersihan dalam proses bekam[1]. Teknik bekam melibatkan penggunaan cangkir khusus yang menghasilkan isapan, menarik kulit dan berpotensi mengeluarkan racun atau darah yang tergenang dari dalam tubuh [5]. Cara ini dapat menimbulkan berbagai efek fisiologis, antara lain: – Meningkatkan aliran darah ke kulit – Perubahan sifat biomekanik kulit – Meningkatkan toleransi rasa sakit – Pengurangan peradangan[10]

Penerapan terapi bekam sebenarnya melibatkan penempatan cangkir pada kulit, menciptakan ruang hampa yang menarik darah ke permukaan, meningkatkan sirkulasi dan berpotensi melepaskan racun [2]. Terapi bekam telah dipraktikkan selama berabad-abad di Timur Tengah dan Tiongkok, menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan, seperti mengoptimalkan aliran darah dan meredakan sakit kepala kronis[5][10]. Namun, penting untuk mewaspadai potensi efek samping, termasuk bekas luka, perubahan kulit, infeksi, nyeri, ketidaknyamanan, dan pusing, yang dapat terjadi pada beberapa individu [31]. Dengan memahami teknik persiapan dan penerapan terapi bekam, individu dapat membuat keputusan berdasarkan informasi tentang memasukkan pengobatan tradisional ini ke dalam rutinitas kesehatan dan kebugaran mereka [1].

Tips perawatan dan pemulihan setelah pengobatan pasca bekam

Setelah perawatan bekam, penting untuk memprioritaskan hidrasi dan istirahat sebagai bagian dari perawatan pasca perawatan [1]. Menghidrasi tubuh secara memadai membantu menghilangkan racun yang mungkin dilepaskan selama sesi bekam, meningkatkan detoksifikasi secara keseluruhan dan mendukung proses penyembuhan tubuh. Selain itu, istirahat yang cukup memungkinkan tubuh pulih dan mengoptimalkan manfaat terapi bekam. Hidrasi dan istirahat yang tepat merupakan elemen mendasar dalam memastikan keberhasilan pemulihan setelah perawatan bekam, membantu pemulihan keseimbangan dan kesejahteraan.

Perawatan kulit adalah aspek penting lainnya dalam perawatan pasca bekam yang tidak boleh diabaikan. Setelah terapi bekam, kulit mungkin menunjukkan bekas atau perubahan warna sementara akibat efek isapan bekam [5]. Untuk memfasilitasi pemulihan kulit dan meminimalkan potensi iritasi kulit, disarankan untuk: – Menjaga kulit tetap bersih dan kering – Hindari penggunaan bahan kimia atau produk keras pada area yang dirawat – Melembabkan kulit secara teratur dengan produk yang lembut dan menghidrasi – Lindungi kulit dari sinar matahari langsung untuk mencegah perubahan warna lebih lanjut – Konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan jika terjadi reaksi kulit yang tidak terduga Dengan mengikuti praktik perawatan kulit pasca perawatan bekam, seseorang dapat mendukung proses penyembuhan kulit serta menjaga kesehatan dan penampilannya.

Setelah menjalani pengobatan bekam, disarankan untuk menghindari aktivitas tertentu untuk mencegah dampak buruk pada proses penyembuhan tubuh [1]. Aktivitas yang dapat membebani tubuh atau membuat area yang dirawat terkena tekanan atau gesekan berlebihan harus dihindari untuk sementara waktu. Disarankan untuk: – Menahan diri dari latihan fisik yang intens atau mengangkat beban berat – Hindari memakai pakaian ketat yang dapat mengiritasi kulit – Hindari pemandian air panas atau sauna yang dapat memperburuk sensitivitas kulit – Batasi paparan suhu atau lingkungan ekstrem – Konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum melanjutkan aktivitas atau rutinitas normal Dengan mengambil tindakan pencegahan dan menghindari aktivitas tertentu pasca pengobatan bekam, individu dapat mempercepat proses pemulihan dan memaksimalkan manfaat terapi untuk kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

Bagaimana terapi bekam melengkapi modalitas pengobatan lainnya

Menggabungkan terapi bekam dengan akupunktur dapat menawarkan pendekatan komprehensif terhadap kesehatan dan kesejahteraan [6]. Akupunktur, praktik pengobatan tradisional Tiongkok yang melibatkan penusukan jarum tipis ke titik-titik tertentu di tubuh, biasanya digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan. Jika dipadukan dengan bekam, yaitu terapi yang menggunakan alat pengisap untuk menciptakan efek vakum pada kulit, kedua modalitas tersebut secara sinergis dapat meningkatkan manfaat terapeutik. Misalnya: – Kombinasi bekam dan akupunktur dapat membantu meningkatkan kesuburan dan mengatasi masalah ginekologi [36]. – Untuk kondisi seperti radang sendi, kombinasi akupunktur, obat anti nyeri, dan fisioterapi mungkin bermanfaat [37]. Pendekatan integratif ini tidak hanya menargetkan masalah kesehatan tertentu tetapi juga meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan dengan menyeimbangkan aliran energi tubuh dan mendorong penyembuhan alami.

Mengintegrasikan terapi bekam dengan teknik pijat dapat menawarkan pendekatan holistik untuk penyembuhan dan relaksasi [38]. Terapi pijat, yang melibatkan manipulasi jaringan lunak tubuh untuk meningkatkan sirkulasi, mengurangi ketegangan, dan meningkatkan relaksasi, dapat melengkapi efek bekam dengan: – Meningkatkan mikrosirkulasi pembuluh darah dan vasodilatasi [39]. – Merangsang fungsi saraf dan meningkatkan kekebalan tubuh[40]. – Menghaluskan pembuluh darah dan meningkatkan fungsi tubuh secara keseluruhan[40]. Dengan menggabungkan bekam dengan terapi pijat, individu dapat merasakan pendekatan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih komprehensif dan sinergis, menangani aspek penyembuhan fisik dan emosional.

Terapi bekam juga dapat diintegrasikan ke dalam praktik pengobatan Barat untuk memberikan pilihan pengobatan komplementer bagi pasien [41]. Meskipun pengobatan Barat biasanya bergantung pada intervensi farmasi, penerapan terapi bekam dapat memberikan manfaat tambahan seperti: – Memberikan pilihan pengobatan alternatif dengan potensi efek samping yang lebih sedikit [42]. – Berkolaborasi dengan layanan kesehatan tradisional untuk menawarkan pendekatan yang lebih holistik terhadap perawatan pasien [38]. – Menawarkan terapi alami yang dapat digunakan bersamaan dengan perawatan medis konvensional untuk meningkatkan hasil [41]. Dengan menerapkan pendekatan integratif yang menggabungkan pengobatan Timur dan Barat terbaik, pasien dapat mengakses modalitas pengobatan yang lebih luas yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing, yang pada akhirnya mendukung layanan kesehatan yang komprehensif dan personal.

Signifikansi budaya dan variasi bekam di seluruh dunia

Pengobatan bekam, yang dikenal penting dalam berbagai budaya di seluruh dunia, memiliki akar yang kuat dalam pengobatan tradisional Tiongkok [43]. Dalam perspektif pengobatan tradisional Tiongkok, bekam sering digunakan bersamaan dengan pengobatan lain seperti pengobatan herbal, akupunktur, dan pijat Tui Na. Bekam melibatkan pengisapan pada kulit dengan menggunakan cangkir panas, yang diyakini memiliki beberapa manfaat terapeutik seperti: – Meningkatkan aliran darah ke kulit – Meningkatkan toleransi rasa sakit – Mengobati peradangan Praktik bekam bukan hanya metode terapeutik tetapi juga praktik budaya yang mencerminkan pendekatan holistik penyembuhan dalam pengobatan tradisional Tiongkok.

Dalam tradisi Timur Tengah dan Islam, bekam mempunyai tempat penting sebagai salah satu bentuk pengobatan[44]. Praktik bekam, yang dikenal sebagai “hijama”, telah dianut oleh banyak umat Islam sebagai metode penyembuhan sejak zaman Nabi Muhammad[45]. Signifikansi budaya dan agama dari bekam di wilayah ini telah berkontribusi pada praktik dan penerimaan yang berkelanjutan sebagai bentuk pengobatan alternatif. Selain itu, penelitian kontemporer telah menunjukkan kemanjuran bekam dalam mengobati kondisi seperti nyeri leher, nyeri bahu, dan nyeri punggung, sehingga semakin memperkuat perannya dalam praktik perawatan kesehatan tradisional dan modern [46].

Pemanfaatan pengobatan bekam di negara-negara Barat juga mengalami kebangkitan dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan kemampuan adaptasinya di berbagai budaya dan tradisi medis [12]. Meskipun ada kemajuan dalam teknik medis modern, bekam tetap dinilai sebagai pengobatan tradisional pelengkap yang menawarkan manfaat unik seperti menjaga sifat biomekanik kulit dan mengurangi risiko peradangan [1]. Popularitas terapi bekam secara global menyoroti relevansi dan efektivitasnya dalam mengatasi berbagai kondisi kesehatan, menekankan beragam pengaruh budaya dan sejarah yang membentuk praktik perawatan kesehatan di seluruh dunia [47].

Penelitian dan studi yang mendukung efektivitas terapi bekam

Uji klinis dan praktik berbasis bukti memberikan dukungan besar terhadap efektivitas terapi bekam sebagai metode pengobatan komplementer [48]. Meskipun ada kemajuan dalam pengobatan medis, terapi bekam tetap menjadi praktik yang relevan dan bermanfaat dalam pengobatan tradisional dan komplementer [8]. Terapi bekam, yang melibatkan penerapan cangkir pada kulit untuk menghasilkan pengisapan, dibagi menjadi dua jenis utama: bekam basah dan bekam kering. Bekam basah melibatkan proses pengeluaran darah yang terkontrol, sedangkan bekam kering tidak melibatkan sayatan pada kulit. Kemanjuran terapi bekam didukung oleh berbagai penelitian dan proyek penelitian yang telah meneliti dampaknya terhadap berbagai kondisi dan gejala kesehatan [49].

Meta-analisis studi terapi bekam semakin memperkuat potensi manfaat metode pengobatan tradisional ini. Sebuah meta-analisis tahun 2018 menunjukkan bahwa terdapat bukti yang mendukung efektivitas bekam dalam mengobati sakit punggung [50]. Selain itu, penelitian yang ada menunjukkan bahwa terapi bekam dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk sakit kepala, dengan perbaikan gejala yang terdokumentasi [51]. Selain itu, bekam juga menjanjikan dalam mengurangi tekanan darah pada pasien hipertensi, dan menawarkan pendekatan alternatif untuk mengatasi masalah kesehatan umum ini [52] [2]. Keserbagunaan terapi bekam sebagai pilihan pengobatan komplementer dibuktikan dengan potensinya untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan secara efektif.

Penelitian yang sedang berlangsung di bidang terapi bekam terus mengeksplorasi potensi penerapan dan manfaatnya untuk berbagai kondisi kesehatan[53][54]. Penelitian sedang menyelidiki efek terapi bekam dalam menurunkan tekanan darah pada individu dengan hipertensi, dengan hasil yang menjanjikan menunjukkan dampak positif pada tekanan darah sistolik dan diastolik [52]. Selain itu, proyek penelitian bertujuan untuk menilai pengaruh terapi bekam pada suhu tubuh dan potensi perannya dalam mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan pada populasi pasien yang berbeda [55] [56]. Perkembangan penelitian terapi bekam menyoroti meningkatnya minat terhadap metode pengobatan tradisional ini dan potensi kontribusinya terhadap praktik perawatan kesehatan holistik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *